Media Pembelajaran dari Bahan Bekas



Dunia pendidikan adalah dunia yang selalu dikaitkan dengan kecerdasan dan perkembangan anak. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik atau lembaga pendidikan harus mampu bersaing untuk mencapai tujuan yang utama, yaitu ikut mencerdaskan bangsa dan merhasil mencetak generasi yang berbudi baik dimasyarakat.

Seperti halnya yang dilakukan oleh para guru yang ada di MI Muhammadiyah Gemaharjo, demi menunjang pembelajaran yang menyenangkan mereka berusaha untuk menciptakan media pembelajaran yang dapat membantu memperlancar proses pembelajaran. 

Salah satu guru kelas 1 yang bernama ustadzah Lissailin berusaha mengembangkan media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar lingkungan.
Media ini dari sisa kertas limbah foto copy dan tempat kue yang tidak terpakai. Media ini dibuat agar anak anak menjadi lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Karena bentuk yang unik dan berwana warni.
 
Selain kartu huruf diatas, beliau juga membuat tangga penjumlahan dan pengurangan yang didesain sedemikian rupa. Dengan pohon sebagai alat yang akan di hitung saat menjumlah atau mengurangi. (Isitilahnya anak anak akan berimajinasi naik gunung kali ye...) Media ini di buat dari kardus bekas dan sisa bambu yang tidak terpakai.

Selain itu beliau juga membuat kotak kecil yang berisi tutup botol yang ditempel i huruf huruf. Kotak elkonin ini dibuat untuk membantu dalam pelafalan huruf fonologis.

Semoga sedikit cerita ini bisa menjadi penyemangat tersendiri untuk para guru di seluruh nusantara untuk selalu berkarya dengan segala macam keterbatasan yang ada.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seni dan Sahabat

KARTINI KAUM MU KINI

Dilema Ujian Online